Tampilkan postingan dengan label Pengarasan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengarasan. Tampilkan semua postingan

26 Agustus 2012

Hebohnya e-KTP di Pengarasan...

Share
Gegap gembitanya pembuatan e-KTP diseluruh Indonesia akhirnya sampai di Desa Pengarasan, dengan berbagai alasan proses pengambilan foto dan data untuk e-KTP dilaksanakan di kota Kecamatan Bantarkawung. Antusias masyarakat yang sangat tinggi tentunya sangat membanggakan karena  menggambarkan kesadaran masyarakat yang tinggi akan pentingnya e-KTP, meskipun dalam kenyataannya banyak juga warga yang ternyata tidak tahu sama sekali apa fungsi dan mengapa harus e-KTP?. Bahkan ada warga yang mengurus e-KTP karena takut kalau tidak sekarang, apabila akan mengurus setelah e-KTP berlaku nanti biayanya tinggi sampai ratusan ribu tidak seperti sekarang yang "gratis", entah itu isu itu benar atau cara sosialisasi Aparat yang "kreatif" agar warga mau mengurus e-KTP.

Sayangnya "soasialisasi" yang gencar dan antusias masyarakat yang tinggi tidak diimbangi dengan kreatifitas manajemen pelaksanaan serta sarana yang mencukupi dalam melayani pengurusan e-KTP. Pengaturan jadwal yang amburadul serta terbatasnya operator dan peralatan yang dipakai membuat pengurusan e-KTP menjadi hiruk-pikuk dan cenderung menjadi rusuh. Selain banyaknya warga yang mengurus e-KTP, ketidaksabaran warga, peralatan yang terbatas juga lambatnya pelayanan serta tidak adanya Aparat yang mengatur antrian pemohon e-KTP membuat pengurusan e-KTP menjadi amburadul.

Tidak adanya koordinasi antara Aparat di Kecamatan dan Desa menjadi awal dari kekacauan, kapasitas yang terbatas dimana idelanya dalam sehari hanya bisa melayani 400 orang, dengan penjadwalan yang tidak jelas pada hari Selasa  21 Agustus 2012 sekitar 2000an warga Desa Pengarasan datang ke Kecamatan dalam waktu yang bersamaan, akibatnya antrian berubah menjadi kerumunan warga yang ingin mengurus e-KTP dan semakin lama semakin tidak terkendali sampai akhirnya terpaksa harus di hentikan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Setelah diadakan penjadwalan ulang dan menambah sarana dan peralatan akhirnya proses e-KTP bisa berlangsung sedikit lebih baik, meskipun warga tetap berjubel setidaknya lebih banyak lagi warga yang bisa dilayani dalam proses e-KTP.  Tentu saja masih banyak kekurangan dan permasalahan yang timbul dalam proses e-KTP seperti :
  1. Adanya surat panggilan yang tidak sama dengan data pada KTP lama (NIK tidak sama dengan data e-KTP Pusat),
  2. Proses edit untuk perbaikan data tidak bisa dilakukan pada peralatan di kecamatan,
  3. Banyaknya warga yang akhirnya membatalkan mengurus e-KTP karena tidak mau berdesak-desakan ditengah ketidakpastian kapan bisa dilayani. 

Dengan banyaknya warga yang akhirnya membatalkan pengurusan e-KTP tentunya sangat disayangkan mengingat e-KTP adalah program pemerintah pusat yang dianggap sangat penting guna memperbaharui dan memodernkan sistem kependudukan di Negara Republik Indonesia. Sudah semestinyalah Aparat lebih aktif lagi seperti dengan mengadakan e-KTP langsung di Kelurahan-kelurahan bukan dipusatkan di Kota Kecamatan seperti di Bantarkawung ini, karena disamping jumlah penduduk desa Pengarasan yang banyak, juga menjadi tidak elok kalau ternyata e-KTP yang dikatakan gratis tapi dalam pengurusannya ternyata menghabiskan biaya yang banyak. 

Jarak ke kota Bantarkawung yang jauh ditambah dengan jalan yang sangat jelek serta jembatan yang masih putus jelas membuat ongkos transportasi untuk mengurus e-KTP menjadi tinggi, bayangkan saja ketika sedikitnya 2500 orang yang datang dengan ongkos rata-rata Rp. 20.000,- per orang bolak balik, setidaknya Rp. 50 Juta uang dihamburkan hanya untuk transportasi, ditambah lagi dengan banyaknya orang yang harus bolak-balik karena tidak bisa langsung dilayani hari itu juga.

Sudah selayaknyalah rakyat mendapat pelayanan lebih, karena Aparat pada dasarnya dibayar oleh rakyat lewat pajak yang terus dibebankan tiap tahun. Setidaknya jangan membebani rakyat yang sudah terhimpit ekonominya untuk mengeluarkan uang dengan sia-sia karena tidak adanya koordinasi dan kurangnya kreatifitas Aparat dalam menangani proses e-KTP.

25 Agustus 2012

Sami'an Sang Fenomanal.....

Share
Sudah setahun ini warga Pengarasan dihebohkan dengan munculnya Milyarder baru yang sangat fenomanal, berasal dari orang biasa kini Bung Samian menjelma menjadi seorang Milyarder yang kedermawanannya sangat terkenal bukan saja di Kabupaten Brebes tapi juga di Kapupaten sekitarnya seperti Tegal, Banyumas dan Cilacap.

Setelah malang melintang dan mengalami jatuh bangun dalam usahanya rupanya Tuhan sedang menitipkan harta yang berlimpah pada Bung Samian. Melalui usahanya di bidang konstruksi yang sangat berhasil kini semua orang bisa melihat betapa kayanya Bung Samian, rumah baru dan mobil mewah tentu jadi hal biasa dan paling mudah untuk semua orang tahu kalau Bung Samian memanglah orang yang kaya.

Tapi kedermawanannyalah yang paling membuat sosok Samian menjadi sangat terkenal, dengan memberangkatkan ratusan orang dari berbagai kalangan dan berbagai daerah untuk beribadah umroh, mengadakan acara syukuran yang dilaksanakan dengan mewah, sampai mengundang penceramah-penceramah terkenal Ibukota yang biasa menghiasi layar kaca seperti Ustad Ahmad Al Habsyi, Abu Hanifah, Muamar ZA, Ummi Qurrata A'yun dan Akri Patrio untuk menghibur dan memberikan pencerahan hati bagi warga Pengarasan dan sekitarnya.

Seperti tokoh-tokoh lainnya, selalu ada komentar miring dan nada sinisme melihat begitu fenomenal dan hebatnya seorang Samian. Tapi sebagai umat yang beriman sudah sepantasnyalah kita tetap berprasangka baik melihat fenomena ini. Kita doakan saja semoga muncul Samian-Samian yang lain di Desa Pengarasan yang juga dermawan dan siap membantu memajukan Desa Pengarasan, dan semoga Bung Samian bisa memberikan pencerahan atau menularkan strategi bisnisnya pada pemuda-pemuda pengarasan agar bisa berhasil seperti dirinya.

23 Agustus 2012

Jembatan (yang Masih) Ambruk.... Mau Dibangun

Share
Akhirnya pembangunan jembatan yang masih ambruk dimulai juga, setelah menunggu lama rakyat Pengarasan bisa sedikit bernafas lega dengan dibangunnya kembali jembatan tersebut. Meski sangat terlambat mengingat sudah berapa banyak korban yang berjatuhan, tetapi kita harus tetap mensyukurinya karena akhirnya para "Pejabat" di atas sana "mendengar" dan "peduli" terhadap kondisi jembatan hati rakyat pengarasan yang hampir putus asa terhadap kelakuan para "pemimpin" yang mempermainkan nasib rakyatnya hanya untuk sebuah proyek "jembatan".

Sudah jadi rahasia umum kalau pembangunan jembatan ini adalah proses cuci muka bopeng para penguasa daerah yang tidak mau kehilangan mukanya menjelang Pilkada yang sebentar lagi akan dilaksanakan di Kabupaten Brebes. Penduduk Pengarasan yang yang padat dengan jumlah pemilih yang banyak merupakan lumbung suara yang diperebutkan setiap kandidat yang akan maju dalam Pilkada nanti. Munculnya pahlawan kesiangan yang merasa berjasa memperjuangkan dibangunnya jembatan adalah keniscayaan untuk bisa merebut hati warga Pengarasan.


Semoga pembangunan jembatan bisa berjalan lancar, siapapun kontraktor yang mengerjakan harus kita dukung bersama agar dalam pelaksanaannya tidak terjadi kendala dan diharapkan musim hujan yang akan datang warga Pengarasan sudah bisa dengan aman dan nyaman menyebrangi sungai melewati jembatan yang baru.


Mari kita berterima kasih pada semua pihak yang telah "berjuang" untuk mewujudkan dibangunnya kembali jembatan ini. Jangan lupakan jasa-jasa mereka tapi juga tetap cerdas untuk tidak mengkaitkan pembangunan jembatan tersebut dengan pencalonan Kandidat Calon Bupati dari kubu manapun. Karena kita semua tahu semua Dana Pembangunan adalah UANG RAKYAT bukan uang Partai manapun apalagi perorangan, jadi tidak elok apabila ada yang mengklaim paling berjasa dalam pembangunan jembatan ini. Dan jangan lupa untuk mendoakan agar para penguasa tidak terus mementingkan egonya yang mengakibatkan terbengkalainya pembangunan khususnya di Desa Pengarasan.

24 Januari 2012

Jembatan Ambruk!....

Share
Hampir setahun sudah sejak jembatan ini rusak, tidak ada yang berubah termasuk semangat warga Pengarasan yang membuat jembatan tersebut agar tetap bias dilewati. Tidak pernah ada perhatian dari Pemerintah yang memang sudah tidak bisa diharapkan lagi. Dengan semangat gotong-royong jembatan darurat-pun dibuat agar semua warga Pengarasan tidak terganggu aktifitasnya.

Jembatan darurat bukan tanpa resiko, disaat hujan deras mengguyur di hulu sungai, ancaman banjir siap menghanyutkan jembatan yang dibuat sangat sederhana dari batang-batang kayu yang dirangkai membentuk jembatan. Apabila jembatan hanyut praktis terputuslah Pengaraan dari dunia luar dan hanya bisa melewati sungai dengan berjalan kaki untuk kemudian meneruskan dengan angkutan lain, itupun kalau di seberang sungai kebetulan ada angkutannya.

Kabupaten brebes dengan predikat Kabupaten “miskin” karena sebagian besar dana pembangunannya dari APBN (APBD sangat kecil) tentu akan sangat kesulitan membangun jembatan “kecil” ini, karena di samping prilaku korup dan pilih kasih mengenai proyek pembangunan pasti Pemda juga akan susah meminta anggaran lewat DPR pusat yang sedang sibuk membeli Kursi Mewah, Obat Kuat, Kalender dan Tolilet Mewah.


Cara politis sebenarnya menjadi harapan warga Pengarasan yang mempunyai wakil di DPRD. Tapi sejak meninggalnya Almarhum Bpk, Muhadjir, wakil rakyat yang ada seperti tidak bisa apa-apa entah karena memang tidak mampu, bukan bidangnya atau memang tidak mau tahu?. Yang jelas sampai tahun anggaran bergulir di 2012 tak pernah ada kepastian kapan jembatan ini akan dibangun kembali.
Tapi menunggu keputusan politis pasti akan sangat lama mengingat tahun anggaran baru saja berjalan, bahkan mungkin harus menunggu sampai akhir tahun jembatan ini akan dibangun, kalau tidak berarti harus menunggu tahun 2013 atau 2014 sekalian untuk menaikan citra para Calon Wakil Rakyat dalam Pemilu 2014.

Ambruknya jembatan ini sebenarnya bisa digolongkan bencana alam sehingga bisa digunakan dana taktis penanggulangan bencana alam yang digelontorkan tiap tahun lewat APBN. Tapi sebagai rakyat kita memang tidak tahu apakan dana tersebut pernah ada atau ada tapi habis dijarah para koruptor dengan laporan “Bencana Alam Palsu” untuk mengalirkan dana yang ada setiap tahunnya ke kantong pribadi. Hanya Tuhan yang Maha Tahu.....

Jembatan yang terputus juga berdampak langsung pada pemeliharaan jalan menuju Desa Pengarasan yang semakin hari semakin rusak. Dengan tidak adanya jembatan sepertinya kondisi jalan akan semakin terbengkalai tanpa pemeliharaan atau perbaikan yang memadai. Kini warga Pengarasan cuma bisa berharap sekaligus pasrah pada suara-suara dan bantuan dari orang yang biasanya berteriak lantang Atas Nama Wakil Rakyat dan itu mungkin harus menunggu momen Pemilu untuk bergerak dan memenuhi janjinya pada Rakyat sekaligus Menebar Pesona agar dipilih kembali......

14 Maret 2010

FASMA : FESTIFAL ANAK SHOLEH MA"ARIF NU KEC BANTARKAWUNG KE 4

Share
Kegiatan Festifal Anak Sholeh Ma'Arif se-Kecamatan Bantarkawung yang diselenggarakan di Desa Pengarasan pada tanggal 28 Februari 2010 diceritakan dalam foto/gambar :
Peserta mulai Berdatangan

Panitia Sedang Bersiap-siap
Tambah Gambar
Peserta Festifal Membludak

Warga Antusias Menyambut Fasma ke 4

FASMA

Para senior tidak mau ketinggalan ikut meramaikan

Marching Band Kebanggaan Desa Pengarasan

Marching Band Kebanggaan Desa Pengarasan

Sambutan oleh Wakil Bupati Kabupaten Brebes Menggantikan Bpk. Bupati Karena Berhalangan Hadir.

Anggota DPRD Kabupaten Brebes Menghadiri FASMA

Salah satu lomba di Fasma

Penyerahan Piala Kepada Ketua Kontingen Pemenang Fasma

Penyerahan Piala dan Bingkisan Kepada Pemenang

Piala yang diperebutkan di Fasma


27 September 2009

Jalan Rusak (Lagi)

Share




Sudah lama sekali Desa Pengarasan mendambakan adanya jalan yang layak untuk keperluan transportasi. Dengan kehidupan masyarakat yang semakin dinamis, kebutuhan akan infrastruktur transportasi menjadi sangat penting. Pergerakan barang dan manusia keluar masuk membutuhkan sarana transportasi yang aman dan nyaman. Jalan yang baik akan semakin memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat terutama dalam pergerakan barang dan jasa.




Sejak dibukanya jalan masuk ke Desa Pengarasan melewati Desa Sindangwangi, sudah beberapa kali jalan tersebut diperbaiki, jalan yang memang dibuat seadanya kini semakin rusak. Kerusakan jalan terbanyak berupa terkelupasnya lapisan aspal makadam serta banyaknya lubang yang sangat membahayakan pemakai jalan. Kerusakan jalan ini masih ditambah dengan kerusakan pada jembatan-jembatan yang ada.

Dari dua jalan menuju Desa Pengarasan, semuanya dalam kondisi rusak parah terutama yang melewati Dukuh Ketos di sebelah selatan Desa Pengarasan, jalan yang dulu berupa jalan aspal kini tinggal jalan berbatu karena lapisan aspalnya terbawa aliran air hujan. Jalan yang melewati Dukuh Cikamuning meskipun masih bisa dilewati tetapi harus sangat berhati-hati karena penuh lubang dan banyak badan jalan yang bergelombang, sangat membahayakan bagi pemakai kendaraan roda dua maupun roda empat.

Penyebab kerusakan Jalan bermacam-macam, disamping karena mutu pekerjaan pembuatan jalan yang sangat jelek, juga karena berada di tanah yang masih labil dan bergerak, tidak heran apabila banyak jalan yang kemudian bergelombang dan amblas. Tidak adanya saluran drainase membuat aliran air hujan menggenangi jalan sehingga menggerus lapisan aspal yang mutunya sangat jelek. Kendaraan-kendaraan dengan tonase besar seperti truk yang lewat juga mempercepat kerusakan jalan.




Menjadikan jalan menuju Desa Pengarasan layak sebagai infrastruktur untuk transportasi mungkin sebuah mimpi yang masih jauh mengingat Perhatian Pemerintah daerah yang sangat minim. Terpencilnya wilayah Desa Pengarasan menjadikannya seakan terlupakan oleh Pemerintah Daerah Brebes, ditambah dengan minimnya dana APBD Kabupaten Brebes yang harus dibagi untuk seluruh wilayah Kabupaten Brebes yang sebagian besar juga masih tertinggal.



Kini kita cuma bisa berharap adanya bantuan dana dari Pemerintah, baik Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat untuk memperbaiki kembali jalan yang rusak. Selain itu mari kita juga berharap semoga pelaksana pembangunan jalan nantinya lebih bertanggung jawab dan memperhatikan kualitas pembangunan, agar mutu jalan yang dibangun semakin baik dan lebih tahan lama. Dengan jalan yang bagus tentunya dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan memperlancar pergerakan barang dan manusia keluar masuk Desa Pengarasan.



31 Agustus 2009

Karnaval HUT RI ke 64

Share

Seperti tahun-tahun sebelumnya pada peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia, selain diadakan upacara bendera juga diadakan karnaval atau pawai kesenian yang dikuti oleh seluruh elemen masyarakat Desa Pengarasan, yaitu perwakilan dari sekolah-sekolah yang ada di Desa Pengarasan, Organisasi Pemuda dan Perwakilan dari Blok atau RT yang ingin menunjukan kreasinya. Dengan berbagai alasan karnaval kali ini diadakan siang hari, meskipun pada pelaksanaannya ada sebagian peserta karnaval yang melaksanakannya malam hari. Berikut rekaman karnaval yang disajikan dalam foto-foto :

Marching Band SDN Pengarasan 03

Marching Band SDN Pengarasan 03

Yang Tua yang Beraksi

Penampilan SDN Pengarasan 04

Penampilan Pemuda-Pemudi Pengarasan

Penampilan Murid-murid SD

Penampilan SD Pengarasan 01
Kolaborasi Murid dan Orang Tua Murid SD Pengarasan 01

Atraksi Rudad dari SD Pengarasan 01


Penampilan Murid-murid SD / Madrasah


Penampilan Murid-murid SD / Madrasah


Penampilan dari RT. Bp. Nurudin
Penampilan Barongsai dari RT. Bp. Nurudin

Bapak Haji Harus Memimpin Langsung Karnaval

Densus 88 dipimpin Ibu Limot
Penampilan Pemuda-Pemudi Pengarasan

Penampilan Pemuda-Pemudi Pengarasan

Pengantin Karnaval
Panitia Karnaval bersama Kepala Desa Pengarasan